Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Alhamdulillah hari ini behasil membaca sekaligus menamatkan buku Fenomenal “Belenggu” Karya Armijn Pane..Ah, merasa menyesal tidak membacanya ketika akan di diskusikan di Kamisan FLP Bandung. Padahal buku ini sangat menarik dan menggigit untuk didiskusikan.

Buku ini berhasil membuat mata sy enggan beranjak untuk berhenti membaca deret demi deret kata yang dituliskan Armijn.. gaya bahasa yang kemelayu-melayuan tak menjadi kendala untuk menikmati cerita, tak salah jika buku ini menjadi salah roman klasik modern Indonesia yang mesti dibaca segala orang :D

Banyak hal yang dapat dipetik dari buku ini, namun kali ini saya tak ingin berbicara sastra, gaya bahasa, maupun tentang sang pengarang.. sy ingin berbicara tentang pesan moral yang sarat menggenang di tiap lembar cerita..

****

Buku ini bercerita tentang Tono seorang dokter yang merasa kesepian dan hampa dikarenakan istrinya Tini tidak bisa melayaninya sebagaimana seorang istri seharusnya.. Di sisi lain, Tini yang dianggap tidak peka terhadap keberadaan Tono, ternyata merasakan perasaan yang sama seperti yang dirasakan Tono. Tini merasa Tono semakin dingin dan acuh padanya. Perasan pasangan suami-istri itu ternyata menjadi bumerang ketika keduanya sama-sama tidak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan hati masing-masing.

Di tengah kegelisahan dan kejemuan yang ia rasakan, Tono bertemu dengan seorang wanita bernama Yah, sosok yang menurutnya ideal untuk dijadikan seorang pendamping. Yah dianggap dapat memberinya hiburan, semangat dan dapat mengerti semua hal yang dirasakan Tono. Lalu terjadilah hubungan terlarang di antara Tono dan Yah.

Namun, Sepandai-pandainya orang menyembunyikan bangkai pasti tercium juga, begitu pula yang terjadi pada perselingkuhan Tono dan Yah. Tini akhirnya mengetahui adanya wanita lain di sisi suaminya. Tapi tanpa diduga,Tini memilih untuk meninggalkan suaminya dan menitipkannya pada Yah yang ia anggap dapat menjadi pendamping yang baik bagi Tono.

Apakah Tono akhirnya hidup berbahagia dengan Yah?

Silahkan teman2 temukan sendiri jawabannya di buku tersebut.. :)

*****

Yang pasti,salah satu hal penting dari buku ini yang dapat kita petik adalah bahwa dua orang yang hidup satu atap baiknya saling terbuka, tidak menutup-nutupi apa yang dirasakan masing-masing. Keterbukaan akan meminimalisir pertengkaran,buruk sangka, kesalahpahaman dan hal-hal buruk lainnya.

Salah satu pelarian dari ketidakharmonisan hubungan suami istri adalah perselingkuhan. Namun, ternyata perselingkuhan memang selamanya tidak akan pernah berujung pada kebaikan. tidak akan ada pihak yang dibahagiakan. Masing-masing pihak akan dirugikan, Armijn Pane berhasil membuat saya larut dalam kesedihan Tini, kebimbangan Tono dan “ketidaklayakan” Yah..

Yakinlah, Seorang suami sejati tidak akan pernah “bermain” di belakang sang istri, seburuk-buruknya perangai istri tersebut. Dan seorang istri sejati tidak akan pernah berlaku buruk terhadap suaminya, seacuh-acuhnya suami tersebut.

“Cinta adalah madu kehidupan, yang cepat berubah menjadi racun jika tercampur dengan ketidak-setiaan. Tidak akan kau capai kedamaian dalam cintamu, jika satu saja darimu tidak berlaku setia kepada yang lain. … Cinta mengharuskan kesetiaan. Dan, Kesetiaan membutuhkan cinta. Sehingga sesungguhnya, Orang yang tidak setia, tidak akan mampu mencintai. Dan apakah engkau sedang memaksa orang yang tidak mampu setia, untuk mencintaimu? Janganlah kau sia-siakan keranuman hidupmu dengan menelangsakan hatimu dalam harapan yang sia-sia. Perhatikanlah keindahan hati dan dirimu, karena itulah yang dijadikan oleh Tuhan sebagai penentu keindahan jiwa yang akan ditemukanNya denganmu.” (Mario Teguh)

Bandung, 24012011

greeny Azzahra

Sonet: X

Sonet : X

Sapardi Djoko Damono

Siapa menggores di langit biru
Siapa meretas di awan lalu
Siapa mengkristal di kabut biru
Siapa mengertap di bunga layu
Siapa cerna di warna ungu
Siapa bernafas di detak waktu
Siapa berkelebat setiap kubuka pintu
Siapa mencair di bawah pandangku
Siapa terucap di celah kata-kataku
Siapa mengaduh di bayang-bayang sepiku
Siapa tiba menjemput berburu
Siapa tiba-tiba menyibak cadarku
Siapa meledak dalam diriku
: Siapa aku

Sonet: Y

Tengah mabuk sapardi,,salah satu yang membuatku mabuk adalah puisi ini :)

Sonet Y

Sapardi Djoko Damono

Walau kita sering bertemu
Di antara orang-orang melawat ke kubur itu
Di sela-sela suara biru
Bencah-bencah kelabu dan ungu
Walau kau sering kukenang
Di antara kata-kata yang lama t’lah hilang
Terkunci dalam bayang-bayang
Dendam remang
Walau aku sering kau sapa
Di setiap simpang cuaca
Hijau menjelma merah cuaca
Di pusing jantra
Ku tak tahu kenapa merindu
Tergagap gugup di ruang tunggu

Selamat Idul Fitri

“Kau masukan cinta,

kau masukan doa,

kau masukan bahagia serta merta..

dalam ketupat hari raya..”

30082011

Selamat Idul Fitri Kawan-kawan..Taqobalallohu Minna Wa Minkum.. Mohon maaf lahir dan Batin.

Sudah lama rasanya tidak update blog,,mudah-mudahan tetap bisa silaturahim dengan kawan-kawan blogger :)

Bumi Hangus

Waaahhh..sudah lama ga update blog..
Dua bulan ini emang sedang sibuk2nya.. ngurusin perpisahan di TK, ngurusin seminar Kampus (yang alhamdulillah sdh selesai dilaksanakan hari ini)..
Yess, Finally bener2 mulai bisa merasakan hawa liburan :lol:
Walau tidak sempat posting blog,tapi sy tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca buku..Naah, kemarin2 sempat baca buku kumpulan Puisinya WS Rendra “Stanza dan Blues” yang pinjem dari temen,,hihi..
Ada satu puisinya yang menurut sy bagus..
yaitu “Bumi Hangus”

Bumi Hangus

Di bumi yang hangus hati selalu bertanya
apa lagi kita punya? Berapakah harga cinta?
Di bumi yang hangus hati selalu bertanya
Kita harus pergi ke mana, di mana rumah kita?
Di bumi yang hangus hati selalu bertanya
bimbang kalbu oleh cedera
Di bumi yang hangus hati selalu bertanya
hari ini maut giliran siapa?

~WS. Rendra

beberapa hari ini sedang menjaring makna dari buku kumpulan puisi Taufiq Ismail, di bawah ini ingin saya bagkan salah satu puisi beliau yang menurut sy bagus..sebuah ironi yang bukan hanya ada pada tahun 1998 tapi masih berlangsung sampai masa kini :(

Setiap kami menyaksikan berbagai penghargaan diberikan
Di istana negara, dalam macam-macam upacara
Satu saja yang tak tampak di layar kaca
Penyerahan medali dan selempang warni-warna pada

Pegawai Negeri
Paling Jujur
Tahun Ini

Wakil dari mereka yang tak pernah kecukupan dalam rezeki
Wakil dari mereka yang sudah luluh dalam keluh
Anak-anak berlahiran juga, nafkah selalu payah
Dalam pemilihan umum selalu diancam macam-macam
Tak pandai ngobyek, tak disertakan dalam proyek
Dalam kalkulasi hidup mana pernah bisa cukup
Tapi ajaib tak sampai terdengar bergeletakan kelaparan
Ada saja jalan keluar yang meringankan beban
Anak-anak pun tahu diri orang tua pegawai negeri
Susah payah sekolah dan kuliah, dan kok ya jadi
Insinyur, dokter, pengacara, S-dua dan Pi-Eic-Di
Lumayanlah, walau tak sangat banyak barangkali
Apabila di dunia ada tujuh macam keajaiban
Maka fenomena pegawai negeri sini mesti yang ke delapan
Menurut teori mutakhir administrasi dan metoda renumerasi
Mestinya di awal karier dulu dari dunia sudah permisi
Memang ada yang terlibat proyek dan bersiram komisi
Tapi itu ‘kan jumlahnya terbatas sekali, yakni
Mereka yang berkerumun di sekitar keran pembangunan

Selebihnya hidup rutin ya begitu itu
Dan pastilah ada juga yang jujur secara sejati
Yang membuat lentur tegang-kakunya prosedur
Bukan mempersukar-sukar, justru memudahkan urusan
Yang betul-betul melayani rakyat, bukan budak kekuasaan
Yang susah payah istikomah di dalam kehalalan rezeki
Yang menahankan pedihnya susah nafkah
Yang masih saja bisa bertahan dilanda arus materi
Mereka tak tampak oleh mata kami
Mereka bukan tipe mengeluh-mengadu ke sana ke mari
Mungkin karena maqamnya sudah mirip orang sufi
Siapa tahu mereka lah sebenar penyangga struktur ini
Yang begitu lapuk rayap dan roboh sudah mesti
Tapi sampai sekarang masih juga berdiri
Mereka sungguh kami hormati
Terutama para guru yang begitu sabar menyebar ilmu
Dan semua yang berdedikasi sejati di struktur birokrasi
Masih tetap bertahan diterjang gelombang hidup serba materi
Kalian tidak nampak, karena memang merundukkan diri.

1998

Aku Bertanya

Aku bertanya pada waktu yang menggusurku terlalu

Aku bertanya pada surya yang seperti menganiaya

Aku bertanya pada senja yang tak memberiku jeda..

Aku bertanya ..Aku bertanya…

Mengapa???

Dan di saat terjaga, kuingat Ia berkata..

“Aku tidak menguji hambaKu di luar kesanggupannya”

Maka Kusandingkan jemari, membasuh diri, mengusir gelisah hati,,

Bandung-23 Mei 2011-

Yaa Rabb,,hilangkan semua kesulitan yang menghimpitku, permudahlah semua urusanku, kuatkanlah akuYaa Rabb,,Kuatkan..

KOPDAR PERDANA

Pas Hari Ahad kemarin K’ Ahmed yang berdomisili di Jakarta mengajak sy n beberapa temannya kopdaran hari senin. kebetulan dia lagi liburan ke Bandung.

lantas sy pikir, sayang juga kalau ajakan silaturahim ini saya tolak, :D

jadinya dengan waktu yang mepet, Senin pagi pun sy meluncur ke Salman ITB untuk Kopdaran. agak malu juga sih soalnya saya yang paling telat datangnya dan juga paling cepat pulangnya..haha

Pas saya datang, sudah ada K’Ahmed, Asop dan teman K’Ahmed yang bernama Ulum..

Seperti halnya orang yang baru pertama ketemuan, kita saling memperkenalkan diri masing-masing..

Dan saya ga menyangka ternyata Asop lebih pendiam dari yang sy duga :mrgreen:

kalo K’Ahmed hampir sama dengan gambaran sy sblumnya.. :D

selanjutnya Kita ngobrol ngalor ngidul..tapi karena ada jadwal ngeprivat jadi sy mesti pamit duluan :(

But, tetap menyenangkan bisa silaturahim dengan teman dunia maya, apalagi kawanku Asop yang sudah lama NGGAK mau berkunjung ke blogku–karena jarang update katanya–..akhirnya setelah kopdaran langsung berkunjung lagi ke rumah minimalis sy ini..hahaha..efek protes Live memang lebih terasa :mrgreen:

dan entah kenapa setelah kopdaran, sy merasa lebih semangat untuk blogging kembali :D

Pokoe pengalaman yang menyenangkan bisa Kopdaran, mudah2an lain kali bisa kopdaran lagi dan mudah2an peserta perempuannya lebih dari satu–yang merasa paling cantik saat kopdaran–haha..

YAng mau tahu cerita dengan versi berbeda silahkan kunjungi K’Ahmed dan Asop .. :)

Tuhan, berikan aku sejuta naungan,

agar dengannya dapat kulindungi mereka dari panas dan hujan

Tuhan berikan aku sejuta kehangatan,

agar dengannya dapat kunyenyakan mereka di dinginnya malam

Tuhan berikan aku sejuta keceriaan,

agar dapat kubagikan pada mereka yang menangis di jalanan

Tuhan berikan aku sejuta kasih sayang,

agar dapat kudekap mereka yang sendirian

Malam ini mau melanjutkan tugas sebagai penerima award stylish blogger (alahh) yaitu 3. Pay it forward to 8 bloggers that i have recently discovered hmm,,oke deh dengan pertimbangan yang cukup sulit..saya ingin memberikan award ini kepada (jerengjengjengjeng..) 1.  http://nurrahmanarif.wordpress.com 2.http://alymerenung.wordpress.com/ 3.http://ahmedfikreatif.wordpress.com/ 4.http://asopusitemus.com/ 5.http://katakatalina.wordpress.com/

6.http://yanrmhd.wordpress.com/

7.http://triyanifajriutami.wordpress.com/

hmm,untuk satu lagi sy bingung mau ke siapa.. oya, link blog terakhir sudah ga aktif,, lama ga blogging, pas mau berkunjung ke sana,,ternyata tidak aktif,,padahal sy masih ingin bersilaturahim dengan Mbak Yani :( mungkin dia udah ga blogging, atau mungkin ganti blog (kalo yang tahu blog nya, tolong beritahu sy yaa..) begitulahh..untuk yang menerima awardnya..mangga diboyong ke blog masing-masing :D

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.