Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Habiburahman El Shirazy’ Category

Bidadariku,

Namamu tak terukir

Dalam catatan harianku

Asal usulmu tak hadir

Dalam diskusi kehidupanku

Wajah wujudmu tak terlukis

Dalam sketsa mimpi-mimpiku

Indah suaramu tak terekam

Dalam pita batinku

Namun kau hidup mengaliri

Pori-pori cinta dan semangatku

Sebab

Kau adalah hadiah agung

Dari Tuhan

Untukku

Bidadariku

Mas Kawin untuk Bidadariku

adalah sekuntum bunga melati

Yang aku petik

Dari sujud sembahyangku

Setiap Hari

Malam pertama bersama bidadariku

Adalah pesta madu di taman Firdaus

Yang aku peras

Dari keringatnya yang wangi

Setelah bertahun-tahun

Berlari-lari

Mengejar bulan dan bintang

Di hari-hari perang dan damai

Buah cintaku

Dengan bidadariku

Adalah lahirnya sejuta generasi teladan

Yang menggendong tempayan-tempayan kemanfaatan

Bagi manusia dan kemanusiaan

Pada setiap tempat, pada setiap zaman

Mereka lahir demi kesejatian sebuah pengabdian

Dalam abad-abad yang susah,

Abad-abad yang tidak mengenal Tuhan

Abad-abad yang hilang naluri kemanusiaan

Abad-abad berkuasanya rezim-rezim kemungkaran

Dan mereka tetap kekar dan setia

Membela kebenaran dan keadilan

Estafet perjuangan kami berkelanjutan

Sambung menyambung pada setiap generasi

Tak berpenghabisan

terus bergerak

Mengaliri segenap ladang-ladang peradaban

Seperti cintaku

Pada bidadariku

Yang terus tumbuh, semakin subur dari hari ke hari

Laksana kalimat-kalimat suci

Di hati para shalihin, di hati para nabi

( Habiburahman El Shirazy)

Semoga kelak aku bisa menjadi bidadari bagi pendamping hidupku,,AMINNN

Menyambung sebait puisi dari http://elrianjani.wordpress.com/2009/12/05/bidadariku

Iklan

Read Full Post »

Putriku

Menjelang Engkau Dewasa

Pintallah

Benang-benang keimanan

Untuk pakaian keseharianmu

Sebutlah nama Tuhanmu

Dalam setiap tarikan nafasmu

Agar engkau selamat, tidak diperkosa dan dianiaya

Oleh kaum durjana, kaum jin, kaum iblis yang angkara

Dan Tidak diperdaya situasi  zaman

Yang memang sudah gila tak kenal iba

Lindungilah

Tabir Kesucianmu

Dengan sifat malu dan dengan benteng Illahi

Yang berwujud pesona cahaya

Yang terpancar pada surat An-Nur

ayat tiga puluh sampai tiga puluh tiga

Kelak, jika tiba masamu

Pilihlah suami yang sholeh, bersahaja,

tidak kaya, tidak miskin,

fasih membaca Al-Qur’an,

Fasih mengumandangkan kebenaran dan keadilan,

Setia dalam cinta,

Setia dalam suka dan duka, dan

Setia dalam menjaga keluarga

Dari hal-hal

Yang tidak direlakan Tuhan

Lantas lahirkan dari kesucian rahimmu

Seribu generasi teladan, seribu generasi pilihan

Yang terukir dengan standar surat Al-Kahfi ayat tiga belas

Akhirnya, jadilah engkau seorang ibu sejati

sepanjang hayat masih dikandung badan

Hingga pada saatnya, di akhir masa nanti

engkau akan dikenang sebagai mentari sejati

Bagi peradaban umat manusia ini

Putriku, camkan nasihat ibumu yang tulus murni

Helwan, 25 JUli 1999

Habiburahman El Shirazy

Read Full Post »