Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘kesedihan’

AKU YANG MATI

Aku kini terjebak dalam gelap tak bertepi

Terpuruk, melewati sepi sendiri

Enggan kupandangi celah yang menerobos diri

Hidanganku tak lebih dari sepiring caci maki

Gaung teriakan di luar, coba kututupi

Ah, karena enggan aku menyusahkan diri

Hallo?! Apa kau mengerti!?

Bagiku dunia seperti kutukan diri

Menyelimuti malam dengan rasa nyeri

Walau, sebenarnya aku iri

Pada surya yang menelagakan hati

Dengan cahaya berpelangi

Lalu siapa yang akan memberi?

Tak ku tengok tiap jiwa yang menanti

Bandung, 2008

Sebenarnya puisi ini setelah dibaca dan diresapi ulang olehku,,sungguh penuh dengan aroma pesimistis dan negatif,,ini dulu aku tulis saat merasa terpuruk,,heuu,,

semoga bisa jadi bahan renungan bwt kita bahwa “pasti ada tiap  jiwa yang menanti kita, untuk memberi surya yang menelagakan hati,,” Laa Tahzan Kawan ,,,

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.