Bidadariku,
Namamu tak terukir
Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis
Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung
Dari Tuhan
Untukku
Bidadariku
Mas Kawin untuk Bidadariku
adalah sekuntum bunga melati
Yang aku petik
Dari sujud sembahyangku
Setiap Hari
Malam pertama bersama bidadariku
Adalah pesta madu di taman Firdaus
Yang aku peras
Dari keringatnya yang wangi
Setelah bertahun-tahun
Berlari-lari
Mengejar bulan dan bintang
Di hari-hari perang dan damai
Buah cintaku
Dengan bidadariku
Adalah lahirnya sejuta generasi teladan
Yang menggendong tempayan-tempayan kemanfaatan
Bagi manusia dan kemanusiaan
Pada setiap tempat, pada setiap zaman
Mereka lahir demi kesejatian sebuah pengabdian
Dalam abad-abad yang susah,
Abad-abad yang tidak mengenal Tuhan
Abad-abad yang hilang naluri kemanusiaan
Abad-abad berkuasanya rezim-rezim kemungkaran
Dan mereka tetap kekar dan setia
Membela kebenaran dan keadilan
Estafet perjuangan kami berkelanjutan
Sambung menyambung pada setiap generasi
Tak berpenghabisan
terus bergerak
Mengaliri segenap ladang-ladang peradaban
Seperti cintaku
Pada bidadariku
Yang terus tumbuh, semakin subur dari hari ke hari
Laksana kalimat-kalimat suci
Di hati para shalihin, di hati para nabi
( Habiburahman El Shirazy)
Semoga kelak aku bisa menjadi bidadari bagi pendamping hidupku,,AMINNN
Menyambung sebait puisi dari http://elrianjani.wordpress.com/2009/12/05/bidadariku




