Langit tak pernah curiga. Ia hanya melengkung di atas kita,
di tengahnya matahari-seperti bola mata.
Langit tidak pernah mengawasi langkah kaki kita,
tak pernah risau apakah kita ke selatan atau utara.
Langit suka berkaca pada bola matamu, yang tak letih
Menatapku, yang tak pernah berkejap seolah kawatir ia akan
Meninggalkanmu; di tengah kota yang selalu gelisah membincangkan cuaca
langit tak pernah mendengar keluhmu, “Kenapa ia di sana?”
Sajak Dua Belas
Januari 26, 2010 oleh greenyazzahra





langit tak pernah khawatir pada kita,
tapi mungkin langit sedih melihat makhluk di bawahnya,
suka banget sama sajak 12 ini.
syukron :’)
…… and I have become one of those who love your creations. Trust it *_*