Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali; alirnya Sangat tenang, dan perahumu bergoyang menuju lautan.
“Ia akan singgah di bandar-bandar besar,” kata seorang lelaki tua. Kau sangat gembira, pulang dengan berbagai gambar warna-warni di kepala.
Sejak itu kau pun menunggu kalau-kalau ada kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rindu-mu itu.
Akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu, Nuh, katanya,
“Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit






jadi teringat masa lalu, benar dulu saya juga sering bermain perahu kertas…
sama,,dulu juga saya senang membuat perahu kertas,,
^^
halo Mba manis…
salam kenal dulu yah…
nice!!!
salam kenal juga..
terima kasih bwt kunjungannya..
Ass.wr.wb,
Puisi ini tentang kisah Nabi Nuh?
Kata2nya ringkas, singkat & padat. Jadi meninggalkan misteri bagi yang baca.
Salam kenal,
wa’alaikumusalam,,tergantung penafsiran si pembaca,,sepertinya puisi ini dapat dimaknai beberapa,,
salam kenal,,makasih dah mengunjungi blog saya
saya jatuh cinta pada sapardi djoko damono.
sama teh,,saya pun jatuh cinta sama karya2 beliau,,sajak2nya tanpa banyak metafora ataupun hiperbola,tapi begitu menyentuh jiwa ,,
Puisinya sapardi pasti realistis
Aduhai… makasih. udah nyari-nyari puisinya Sapardi Djoko Damono, taunya ada disini… MAKASIH!!!