Hmm,,tadi pagi selepas dzuhur aku yang sedang on the way ke kampus ketemu seorang pedagang es potong yang sudah sangat tua,Ya Rabb miris melihatnya,kakek2 yang seharusnya sudah menikmati masa pensiun,,masih mesti mendorong gerobak yang berat untuk mencari sesuap nasi,,
saat itu,kebetulan ada dua anak kecil kakak beradik anak tetangga berniat membeli es potong itu,,terbesit niat untuk mentraktir keduanya,,finally aku pun membelikan mereka es potong tersebut,,dan cerita yang menariknya adalah saat aku membayar dan memberi uang lebih(yang benar2 tak seberapa)kepada si kakek penjual itu,,apa yang terjadi?
kakek penjual itu langsung mengucapkan terima kasih berulang-ulang dan memanjatkan do’a yang panjang untukku dengan wajah yang berbinar senang,,Ya Rabb,,hatiku gerimis saat itu,,sungguh padhal uang itu tak seberapa,,tapi rasa syukurnya begitu besar hingga menghargai yang sedikit itu,,
“Kek,,sungguh aku malu pada diri aku sendiri,,belum bisa diri ini sepenuhnya mensyukuri hidup seperti yang engkau lakukan,,doaku menyertaimu Kek,semoga Alloh mengganti setiap usahamu dengan segarnya telaga Kautsar di JannahNya nanti,,AMINNN”





bisa dijadikan teladan..
ya benar,,kakek tersebut bisa dijadikan teladan
[...] « HARAPAN Hikmah dari Seorang Kakek penjual Es Potong [...]